Membuka Pintu Ijtihad
- Pengantar
Pertengahan
abad ke-3 atau 9 M muncul gagasan bahwa hanya ulama’-ulama’ besar masa lampau
yang berhak melakukan ijtihad. Sementara pada permulaan Abad ke-4
H titik kritis para fuqaha’dari seluruh madzhab Sunni
memandang bahwa seluruh permasalahan yang esensial telah dibahas secara tuntas.
memandang bahwa seluruh permasalahan yang esensial telah dibahas secara tuntas.
- Kehidupan dan
karyanya
Lahir
di pakistan pada tahun 1919, tumbuh dan berkembang pada pendidikan tradisional
pada usia 39 tahun.Pendidikan formal dimulai pada saat madrasah. pada 1950 menyelesaikan disertasi di Oxford
University dengan disertasi tantang Ibnu Shina.
- Neo-Modernisme
Neo-Modernis muncul
setelah modernis dan tradisionalis Merupakan
koreksi atas gerakan –gerakan sebelumnya, sekaligus menjembatani antara arus
modernisme dan tradisionalisme
Rahman mengembangkan
sikap kritisnya terhadap barat maupun warisan –warisan kesejarahan sendiri
Kegagalan memahami
Al-Qur’an tidak hanya pada bidang hukum dan teologi,
Akan tetapi juga pada
bidang sufisme.
Rahman menawarkan metodologi
yang sistematis al-Qur’an yang mampu mengakomodir, Mereview,Mengritik
,Memperbaruhi islam secara historis.
- Membuka Pintu
Ijtihad
Menurut Rahman tidak ada
seorangpun yang mengetahui bahwa pintu ijtihad di tutup. Menurut
zuhdi munculnya fatwa “pintu ijtihad ditutup” itu akhir abad IV H.
Tujuan Positif Pintu Ijtihad Ditutup
Untuk mencegah orang yang tidak
memenuhi syarat berijtihad berani berfatwa dengan sesuka hatimya kepada
masyarakat.
Akibat Negatif Pintu Ijtihad
Ditutup
1. Berhentinya perkebangan fiqih,
yang mengakibatkan fiqh islam menjadi
statis
2. Umat islam menjadi statis dan
tidak kritis yang menyebabkan kemunduran dan keterbelakangan islam
3. Fokus perhatian umat dan
ulama’ kepada al-Qur’an dan Sunnah beserta imam madzhab mereka
- Metedologi
Double Movement
Menafsirkan
Al-Qur’an berdasarkan asbabul nuzul dan
melihat situasi sosial dan psikologis masayarakat arab pada masa itu.
Memiliki 2 Gerakan yaitu:
1. Situasi sekarang
menuju ke situasi masa Al-Qur’an diturunkan
2.
Dari situasi masa Al-Qur’an diturunkan menuju ke masa sekarang
Gerakan
pertama mempunyai 2 Langkah-langkah
1.Seorang penafsir harus
memahami makna dan arti ayat satu dan ayat berikutnya
2.
Mengeneralisasikan jawaban spesifik dan menyatakannya
Inti pemikiran Rahan
adalah merumuskan al-Qur’an yang utuh sebagai prinsip umum danmenerapkan dalam
kasusyang muncul pada situasi sekarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar