Laman

2016/12/18

FAZLURRAHMAN (1919-1988)


Membuka Pintu Ijtihad
  1. Pengantar
Pertengahan abad ke-3 atau 9 M muncul gagasan bahwa hanya ulama’-ulama’ besar masa lampau yang berhak melakukan ijtihad. Sementara pada permulaan Abad ke-4 H titik kritis para fuqaha’dari seluruh madzhab Sunni
memandang bahwa seluruh permasalahan yang esensial telah dibahas secara tuntas.
  1. Kehidupan dan karyanya
Lahir di pakistan pada tahun 1919, tumbuh dan berkembang pada pendidikan tradisional pada usia 39 tahun.Pendidikan formal dimulai pada saat madrasah. pada  1950 menyelesaikan disertasi di Oxford University dengan disertasi tantang Ibnu Shina.
  1. Neo-Modernisme  
Neo-Modernis muncul setelah modernis dan tradisionalis  Merupakan koreksi atas gerakan –gerakan sebelumnya, sekaligus menjembatani antara arus modernisme dan tradisionalisme
Rahman mengembangkan sikap kritisnya terhadap barat maupun warisan –warisan kesejarahan sendiri
Kegagalan memahami Al-Qur’an tidak hanya pada bidang hukum dan teologi,
Akan tetapi juga pada bidang sufisme.
Rahman menawarkan metodologi yang sistematis al-Qur’an yang mampu mengakomodir, Mereview,Mengritik ,Memperbaruhi islam  secara historis.
  1. Membuka Pintu Ijtihad 
Menurut Rahman tidak ada seorangpun yang mengetahui bahwa pintu ijtihad di tutup. Menurut zuhdi munculnya fatwa “pintu ijtihad ditutup” itu akhir abad IV H.
Tujuan Positif  Pintu Ijtihad Ditutup
Untuk mencegah orang yang tidak memenuhi syarat berijtihad berani berfatwa dengan sesuka hatimya kepada masyarakat.
Akibat Negatif Pintu Ijtihad Ditutup
1. Berhentinya perkebangan fiqih, yang mengakibatkan fiqh islam  menjadi statis
2. Umat islam menjadi statis dan tidak kritis yang menyebabkan kemunduran dan keterbelakangan islam
3. Fokus perhatian umat dan ulama’ kepada al-Qur’an dan Sunnah beserta imam madzhab mereka
  1. Metedologi Double Movement
Menafsirkan Al-Qur’an berdasarkan asbabul  nuzul dan melihat situasi sosial dan psikologis masayarakat arab pada masa itu.
Memiliki  2 Gerakan yaitu:
1. Situasi sekarang menuju ke situasi masa Al-Qur’an diturunkan
2. Dari situasi masa Al-Qur’an diturunkan menuju ke masa sekarang
Gerakan pertama mempunyai 2 Langkah-langkah
1.Seorang penafsir harus memahami makna dan arti ayat satu dan ayat berikutnya
2. Mengeneralisasikan jawaban spesifik dan menyatakannya

Inti pemikiran Rahan adalah merumuskan al-Qur’an yang utuh sebagai prinsip umum danmenerapkan dalam kasusyang muncul pada situasi sekarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar