Metode Memahami Agama
A. Pengantar
Mukti
Ali adalah Menteri Agama pada masa orde baru. Beliau menjadi menteri agama
selama dua periode di dalam kabinet Pembangunan. Pada tahun itu banyak orang
yang memiliki keraguan mengenai penelitian agama
apakah bisa diteliti secara empiris atau tidak.
apakah bisa diteliti secara empiris atau tidak.
Menurut
Mukti Ali keadaan ilmu agama Islam di Indonesia pada tahun itu sangatlah lemah.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
a. Kurangnya bacaan ilmiah
b. Kurangnya aktivitas dan penelitian ilmiah
c. Kurangnya diskusi akademis
d. Rendahnya penguasaan bahasa asing
e. Kakunya pemikiran ulama’ tentang studi
Islam
Posisinya
sebagai menteri Agama membuatnya diamanati tugas yang sangat besar oleh
Soeharto. Beliau diberi amanat agar mampu merangkul seluruh lapisan komunitas
beragama di Indonesia untuk mensukseskan pembangunan pada masa itu. Pemerintah
memfasilitasi pendirian majelis-majelis untuk pemimpin-pemimpin agama dan
mengadakan dialog antar agama.
B. Metodologi Studi Islam
Metodologi adalah suatu
ilmu yang memberi pengajaran tentang system dan langkah yang harus ditempuh
dalam mencapai suatu penyelidikan keilmuan. Studi Islam adalah ajaran-ajaran
yang berhubungan dengan agama Islam.
Metode
pemahaman ajaran agama Islam sangat berperan penting dalam kemajuan dan
kemunduran pertumbuhan Islam. Studi Islam bertujuan untuk mengubah pemahaman
dan penghayatan masyarakat inter dan antar agama.
C. Metodologi Studi Islam Mukti Ali.
Dalam mempelajari studi
agama, Mukti Ali memiliki beberapa metode, diantaranya:
a. Pendekatan Sosio-Historis
Mukti Ali melihat
aspek sosial pada suatu masyarakat sangat penting untuk digunakan dalam
pendekatan studi agama. Aspek historis digunakan Mukti Ali untuk melihat suatu
fenomena berdasarkan sisi sejarahnya. Hal ini ditempuh untuk mencapai pemahaman
dalam menganalisa suatu ajaran atau fenomena kepercayaan serta kebudayaan
berdasarkan waktu terjadinya.
b. Pendekatan Tipologi
Pendekatan
Tipologi dapat diterapkan dalam studi Islam yang didalamnya terdapat lima
aspek:
1. Aspek ketuhanan, memahami tentang konsepsi
ketuhanan.
2. Aspek kitab suci, memahami Al-Qur’an
sebagai pedoman dan sumber hukum agama Islam.
3. Aspek kenabian, Mukti Ali mengatakan bahwa
aspek kenabian penting untuk dikaji.
4. Aspek kondisi kejayaan Nabi
5. Aspek orang-orang terkemuka
c. Pendekatan Scientific Cum Doctrine
Dalam pendekatan
ini Mukti Ali menerapkan metode ilmiah yang disatukan dengan doktrin atau
ajaran-ajaran yang terkandung dalam suatu agama.
Contoh implikasi pemikiran Mukti Ali terlihat dari
cara beliau mengembangkan pendidikan madrasah serta Institut Agama Islam agar
sejajar dengan pendidikan yang umum. Mukti Ali berusaha merubah perspektif yang
telah lama terbangun didalam ajaran ulama-ulama terdahulu yang memahami ajaran
Islam hanya dari segi dogma dan doktrin saja.
Mukti Ali adalah tokoh perbandingan agama yang
mempunyai pemikiran yang fleksibel dalam memahami agama. Mukti Ali juga
menerapkan beberapa konsep pluralisme dan toleransi yang lebih mengedapankan
dialog antar umat beragama guna meminimalisir konflik. Dalam hal studi agama,
Mukti Ali memberikan warna baru dengan menyesuaikan studi Islam dengan metode
yang bersifat normatif dan empiris sekaligus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar