Laman

2016/12/18

SAYYED HOSSEINNASR (1933)

Nasr berkeyakinan bahwa akal dapat mendekatkan manusia kepada Tuhan apabila akal itu sehat dan utuh (salim) dan hanya petunjuk Tuhan yang menjadi bukti yang paling meyakinkan dari pengetahuan-Nya yang dapat menjamin keutuhan dan kesehatan akal, sehingga akal dapat berfungsi dengan baik dan tidak terbutakan oleh nafsu keduniawian.
Meskipun Nasr adalah intelektual yang berpihak pada tradisi, Nasr tetap menyerukan gerakan pembaharuan dalam Islam (tajdid). Akan tetapi perlu digaris bawahi disini bahwa tajdid secara bahasa berarti “Pembaruan, modernisasi” diartikan sebagai upaya mengembalikan pemahaman agama kepada kondisi semula sebagaimana masa nabi. Semangat pembaharuan (tajdid) ini merupakan cita-cita Nasr untuk mengembalikan Islam pada kedudukannya semula yang sekarang ini sudah banyak terkontaminasi modernisasi barat yang sekuler dn meninggalkan nilai-nilai Illahiyah dan Insaniah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar